A Man Called Ahok – Kisah Sejarah Keluarga Ahok!

0
222

Wisataku Sinema – Menjadi sebuah film ketiga yang dibuat oleh Putrama Tuta yang karya sebelumnya ialah “Catatan Harian si Boy” dan “Noah” yang awal semua. A Man Called Ahok merupakan sebuah film yang dirasa-rasa hadir dihadir dalam sentuhan buah tangan Ahok. Tapi sangat disayangkan film “A Man Called Ahok” sama sekali tidak menperdalam karakter Ahok yang begitu disayangkan.

Bisa dibilang pembuat film “A Man Called Ahok” sama sekali tidak mengenal siapa sosok Ahok yang sebenarnya. Diisi dengan jajaran pemeran yang begitu potensial yang berisi, tapi sayang sekali banyak sekali Miss Komunikasi yang begitu disayangkan. Meski pada awalnya film “A Man Called Ahok” sangat nyaman dan enak diikuti.

A Man Called Ahok - Kisah Sejarah Keluarga Ahok!
Sumber : The United Team of Art

Namun, tidak semua yang disuguhkan pada film “A Man Called Ahok” sempurna, Denny Sumargo yang dipercaya untuk akting sama sekali menggangu dan tidak berada ditempat yang seharusnya. Chew Kin Wah yang menggantikan pada paruh cerita dihadirkan dengan begitu sempurna walaupun ada sedikit kejanggalan yang hanya mementingkan dirinya sendiri.

Sita Nursanti yang dihadirkan cukup memberikan warna sendiri walaupun itu merupakan aksi sempurnannya, walaupun sosok Sita Nursanti bisa menggali karakter yang lebih dalam. Tapi yang cukup menurunkan film “A Man Called Ahok”, Daniel Mananta sangat terbukti gagal untul memerankan sosk Ahok pada “A Man Called Ahok”. Dengan ciri khas suara Ahok yang seraknya seperti dipaksa dan tidak natural.

A Man Called Ahok - Kisah Sejarah Keluarga Ahok!
Sumber : The United Team of Art

Serta aspek naskah skenario yang dirasa kurang puas dan tidak tepat, Tidak memberikan sedikit ruang pendalaman karakter yang seharusnya masih bisa digali lagi dengan sebesar namanya Ahok. Tapi, sosok Ahok Kecil yang diperankan oleh Eric Febrian memberikan warna yang tepat dan sehingga mencuri perhatian tersendiri pada film “A Man Called Ahok”.

A Man Called Ahok - Kisah Sejarah Keluarga Ahok!
Sumber : Allam Fadjar

Sehingga akibat hal tersebut membuat suatu tindakan yang sama sekali tidak nyaman, membuat subuah kesimpulan bahwa sosok ahok kecil dan ahok besar begitu berbeda dan menimbulkan rasa tersendiri. Justrul sosok Ferry Salim aktor kawakan tanah air tampil dengan sangat kuat dan sangat pas.

Sedangkan untuk Cinematography film “A Man Called Ahok” sangat tidak terganggu dengan suguhan yang pas dan nikmat untuk diikuti alurnya. Over-all film “A Man Called Ahok” sangat terasa membosankan dan membuat penonton ingin terburu-buru keluar dari bioskop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.