Gumuk Pasir Parangkusumo, Wisata Gurun Pasir Jogja Sekeren Great Sand Dunes

0
1855

Gumuk pasir Parangkusumo merupakan sebuah fenomena yang unik dan langka karena ia berlokasi di Indonesia atau tepatnya di Daerah Istimewa Yogyakarta yang notabene beriklim tropis. Maka tak mengejutkan jika kemudian fenomena alam ini pun diklaim satu-satunya di kawasan Asia Tenggara karena biasanya ia hanya bisa ditemui di kawasan Afrika Utara dan Selatan serta Asia tengah. Objek wisata gundukan pasir ini pun mendapatkan sebutannya dari peristiwa alami yang membentuknya. Ya, dari asal namanya, gumuk dalam linguistik bahasa Jawa berarti gundukan/tumpukan. Jadi, gumuk pasir di sini berarti gundukan atau tumpukan pasir.

Gumuk Pasir Parangkusumo
Gumuk Pasir Parangkusumo di Jogja (sumber foto : asliindonesia.net)

Pasir-pasir yang terkumpul di gumuk pasir ini berasal dari aktivitas dua gunung yang masih aktif hingga hari ini, yaitu gunung Merbabu dan Merapi. Letupan batu dan pasir yang dihasilkan dari aktivitas vulkanik kedua gunung tersebut terbawa oleh aliran sungai Progo Sungai Opak, dan sungai-sungai lainnya yang bermuara ke pantai selatan Samudera Hindia. Akibat proses alam yang berlangsung sekian lama, akhirnya batu-batuan dan pasir tersebut pun terkumpul menjadi satu dan membentuk sebuah gundukan pasir dengan luas area sekitar 20 ha.

Baca Juga : Tak Perlu Jauh-jauh Ke Erawan Falls, Kini di Jogja ada Air Terjun Lepo

Lokasi gumuk pasir Parangkusumo berada tidak jauh dari lokasi pantai Parangtritis. Nah, kalau Anda ingin mengunjungi tempat wisata alam ini, sebaiknya Anda berangkat dari kawasan Malioboro. Dari sini, Anda langsung ke arah Pantai Parangtritis dan mengikuti jalan yang ada hingga terlihat pintu gerbang retribusi. Tarif masuknya pun sangat murah, Anda cukup merogoh kocek Rp. 3.000,00 untuk bisa menikmati suguhan alam nan indah.

Kegiatan utama yang sering dilakukan oleh pengunjung di sana ialah sandboarding atau olah raga ski pasir. Beruntung, bagi Anda yang tidak memiliki perlengkapan untuk menjajal olah raga ekstrem ini, panitia di sana sudah menyediakan jasa sewa papan luncur. Dengan tarif Rp. 150.000,00, Anda akan mendapatkan papan luncur lengkap dengan pelindung kepala, siku, dan lutut untuk melindungi diri kita dari cedera akibat terjatuh.

sandboarding parangkusumo pasir

Layaknya daerah gurun pasir pada umumnya, perbedaan suhu udara siang dan malam di kawasan wisata ini juga sangat ekstrem, di mana siang hari terasa sangat panas, sedangkan saat malam terasa sangat dingin. Maka dari itu, kegiatan sandboarding biasanya akan mulai dilakukan sekitar pukul 4 sore. Alasannya, di saat sore, suhu udara di sana sangat nyaman digunakan untuk kegiatan manusia dan permukaan pasir pun tak terlalu menyengat. Apalagi, pemilihan waktu ini juga memiliki nilai tambah: pancaran keindahan matahari laut selatan yang sangat indah dijamin akan menghadirkan suasana yang sangat romantis.

Uniknya, selain sebagai tempat wisata, gumuk pasir Parangkusumo juga dijadikan kawasan museum alam. Peresmian ini pun sudah dilakukan oleh Menteri Maritim, Sarwono Kusumaatmadja sejak tahun 2000 silam. Museum yang membentang seluas 1 km ini dikelola oleh pemerintah lokal, UGM, dan BPPT (Badan Penilaian dan Pengembangan Teknologi). Bahkan, mereka pun membangun sebuah lab untuk tujuan studi dan pariwisata.

gumuk pasir parangakusumo

Dari segi bentuk lahan, Jogja memang disebut-sebut sebagai salah satu tempat terlangka di dunia yang memiliki ragam topografi terlengkap, yakni mulai dari sungai, pegunungan, hingga pesisir pantai. Nah, selain suguhan pemandangan yang istimewa ini, tentu para turis pun menjadi semakin tertarik untuk mengunjungi kota terpelajar akibat adanya gumuk pasir Parangkusumo. Selain diklaim langka, motif yang dibentuk oleh wisata alam ini pun sangat indah karena ia berbentuk seperti bulan sabit dengan ketinggian hingga lebih dari 10 meter.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.