Indahnya Sunset dan Pantai di Pura Tanah Lot

0
9291

Pernah mendengar pura di atas laut? Ya, itulah Pura Tanah Lot di Bali yang menjadi obyek wisata favorit para wisatawan di seluruh dunia. Tanah Lot merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang sudah terkenal di pulau Bali. Bila Anda ingin merasakan sensasi keliling tempat-tempat menakjubkan yang ada di Bali, maka bertandang ke Tanah Lot adalah satu agenda yang patut Anda coba. Berbeda dengan Pantai Kuta dengan segala suasana pantai internasional dan hiruk-pikuknya, Tanah Lot mengeluarkan aura yang lebih tenang dengan suasana religi yang kental.

Agar bisa berkunjung ke Tanah Lot, Anda perlu mencapai perjalanan yang cukup jauh dari Ubud atau Pantai Kuta. Pura Hindu ini terletak di daerah pesisir pantai Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Jika Anda sudah mencapai Kabupaten Tabanan, Tanah Lot berjarak sekitar 13 kilometer ke arah barat. Seandainya Anda memang bertujuan untuk sejak awal mengunjungi Tanah Lot terlebih dahulu sebelum berkeliling Bali, Anda bisa mencapai tempat ini setelah menempuh perjalanan selama kira-kira satu jam, jika tidak terjadi kemacetan.

Ada Apa di Tanah Lot?

Pura Tanah Lot merupakan tempat beribadah untuk umat Hindu Bali yang dibangun menjorok di atas tepi karang di sisi lautan. Kompleks pura ini dibangun pada dua titik yang berbeda, satu bangunan terletak di atas bongkahan batu yang besar dan satu lagi dibangun di atas tebing yang menjorok ke tepi laut. Bagian kedua pura ini secara umum hampir sama dengan pura Uluwatu. Keunikan Tanah Lot adalah, tebing yang menjadi pondasi bangunan pura berbentuk melengkung seperti jembatan dan menghubungkan antara pura kedua dengan daratan.

Sebenarnya, Pura Tanah Lot termasuk dalam bagian rangkaian Pura Kahyangan Jagat di Bali. Pura kahyangan jagat di Tanah Lot dibangun untuk menjadi tempat pemujaan dewa-dewa yang menjaga laut. Saat air pasang, maka pura ini akan tampak sangat indah karena dikelilingi oleh ombak dan air laut. Jika diamati pada bagian bawah pura terdapat lubang gua kecil. Di dalam goa ini diyakini terdapat beberapa habitat ular laut, ular dengan bentuk pipih seperti ikan dengan warna hitam dan kombinasi belang kuning. Konon menurut cerita, ular-ular ini adalah jelmaan selendang pendiri pura, Dang Yang Nirartha. Pendiri pura ini adalah seorang Brahmana dari pulau Jawa untuk mengembara di Bali. Dang Yang Nirartha menjelma menjadi ular laut untuk menjaga pura di Tanah Lot.

Pemandangan Indah Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot dibangun oleh Dang Yang Nirartha pada abad ke-16 Masehi. Terlepas dari benar tidaknya mitos tentang sang Dang-Yang yang berubah menjadi ular laut, keberadaan pura ini sudah berhasil menguatkan kepercayaan masyarakat Bali pada agama Hindu. Jika pura ini sangat akrab dengan nuansa religi, lalu mengapa banyak wisatawan ingin berkunjung ke pura ini?

Pura Tanah Lot

Daya tarik utama pura di Tanah Lot adalah suasana sunsetnya yang memukau. Mengelilingi bangunan pura semi atau candi kuno Tanah Lot sambil terkena terpaan sinar matahari tenggelam yang menguning, tentu saja menjadi daya pikat yang menarik hati siapa saja. Selain itu, di pura yang masih aktif menjadi tempat pemujaan masyarakat Bali ini, kerap kali menjadi pilihan untuk melakukan pemotretan pre-wedding. Bentuk karang, arsitektur pura, juga pemandangan lautnya sendiri sangat cocok menjadi obyek bidikan kamera manapun. Karena itu, Pura Tanah Lot menjadi pilihan pula untuk para pecinta fotografi yang ingin membidik gambar-gambar indah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.