Robin Hood – Kembalinya Sang Pencuri Dengan Sentuhan Modern

0
336

Wisataku Sinema – Mendengar judulnya saja mungkin kamu sudah mengetahui kisah filmnya ini. Yap, Film yang sudah diceritakan berkali-kali dan digarap berkali-kali oleh beberapa sutradara handal, kali ini akan kembali berunjuk Gigi dengan arahan sang sutradara Otto Bathurst. Dikenal sosok sutradara Otto hanya berfokus terhadap film-film series TV, seperti “Peaky Blinders” (2011), “Black Miror” (2013).

Diakhir tahun ini Otto ingin menantang dirinya sendiri membuat film layar lebar dan bukan sekedar series TV lagi. Robin Hood, seperti judulnya sendiri yang dimana Otto memanfaat ke-eksisan Robin Hood dengan sentuhan yang lebih kekinian dan unsur-unsur sinematik yang ciamik.

Robin Hood - Kembalinya Sang Pencuri Dengan Sentuhan Modern
Sumber : Summit Entertainment

Sosok Robin of Loxley pada film ini sangat terlihat keren dan lebih modern dengan pakaian yang pas sekali dengan tubuh. Tidak hanya membuat sang Robin lebih kekinian dalam penampilan, Otto juga merubah teknik bertarungnya dan berpanahnya sang Robin of Loxley ini yang hampir lebih mirip Hawleye ataupun Arrow!.

Robin Hood - Kembalinya Sang Pencuri Dengan Sentuhan Modern
Sumber : Summit Entertainment

Namun, satu sisi sang Sutradara dan narator lupa untuk menaruh formula-fomula yang pekat sudah ada lama pada sosok Robin Hood. Aspek setting latar dan settinggan baju yang dikenakan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya dikenakan pada tahun tersebut. Kisahnya sendiri menceritakan.

Robin yang ditugaskan untuk mengikuti sebuah wajib militer yang ada ditempat tinggalnya yang menjadi seorang kesatria salib. Tapi nasib “Apes” menimpahnya dimana, dia hampir saja terbunuh di Jazirah Arab dan hal tersebut menyebabkan Robin diharuskan kembali ke Inggris. Namun, setelah dia tersadar ternyata semuanya sudah berubah. Dimana, rumahnya yang sudah hancur seketika serta orang yang dia sayang Marian sudah tidak ada disana.

Robin Hood - Kembalinya Sang Pencuri Dengan Sentuhan Modern
Sumber : Summit Entertainment

Aspek cerita dan aspek pendalaman karakter sangat kurang sekali, hal tersebut membuat seakan unsur-unsur yang terpenting tidak ditampilkan dan membuat sedikit ambigu pada perjalanan ataupun perpindahan Scene yang terlalu cepat. Sehingga penonton beberapakali dilanda pertanyaan yang sangat besar, seharusnya yang ditampilkan pada film ini lebih emosi malah jadi kurang terekspos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.