Pura Besakih, Tempat Suci Terbesar Umat Hindu di Indonesia

0
19894
Pura Besakih

Jika Anda sudah pernah berlibur ke Pulau Bali tentu sudah pernah mendengar atau bahkan mengunjungi Pura Besakih. Pura ini merupakan tempat ibadah terbesar umat beragama Hindu yang letaknya ada di Pulau Dewata Bali. Keindahan dari pura ini sudah sangat terkenal di seluruh dunia, sehingga tak heran jika setiap harinya pura ini pasti dikunjungi oleh para wisatawan mancanegara ataupun wisatawan domestik.

Biasanya mereka yang beragama Hindu selain menikmati pemandangan yang ada di sekitar pura juga langsung melakukan sembahyang di pura ini. Selain itu, pura terbesar di Indonesia ini juga sering disebut dengan Pura Of Mother atau pura ibu karena pura ini tidak hanya terdiri dari satu pura saja, tapi terdiri dari banyak pura.

Kompleks Pura Besakih terdiri dari 18 pura dengan 1 pura utama dan 17 pura kecil yang ada di sekitar pura utama. Pura besar yang menjadi pura utama ini sering disebut dengan Pura Agung Besakih. Letak dari pura ini adalah di daerah Desa Besakih, Rendang, Karangasem, Bali. Jika Anda pernah mengunjungi pura ini atau melihat-lihat foto dari pura ini pasti akan melihat gambar tampak depan pura yang berupa anak tangga tinggi. Inilah gerbang utama masuk ke dalam pura Agung Besakih. Sebagai pura terbesar yang ada di Indonesia, pura ini dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan Hindu di Bali bahkan banyak umat Hindu yang datang ke pura ini untuk merayakan hari besar agama Hindu.

Pura Besakih

Pura yang ada di Bali ini pertama kali dibangun oleh seorang tokoh Hindu yang berasal dari India yaitu Rsi Markendaya. Pada saat itu, Rsi Markendaya sudah lama menetap di Pulau Dawa atau panjang yang saat itu gabungan antara Pulau Jawa dan Bali. Pada saat pembangunan pura ini, belum ada selat Bali seperti sekarang ini sehingga antara Pulau Jawa dan Bali masih terhubung. Rsi Markandeya yang bertapa di gunung Dieng atau pada saat itu disebut dengan Gunung Hyang mendapatkan wangsit untuk membabat hutan yang ada di bagian selatan sampai utara Pulau Dawa.

Pura Besakih

Selama pembabatan hutan, Rsi Markandeya menanam kendi yang isinya air suci dan logam mulia seperti emas, perak, tembaga, besi dan perunggu. Dalam masyarakat Bali logam yang ditanam ini disebut dengan Pancadatu. Para pengikut Rsi Markandeya berhasil membabat hutan ini dan tempat di mana ditanam air suci dan logam dinamakan Basuki yang sekarang berubah menjadi Besakih yang artinya selamat. Besakih menjadi desa yang damai dan pada akhirnya dibangunlah pura untuk melakukan sembahyang bagi umat agama Hindu pada saat itu.

Pura Besakih yang ada di Bali ini mempunyai makna filosofi yang sangat mendalam dan bukan sekedar tempat sembahyang umat Hindu saja. Makna pura ini sangat berkaitan dengan gunung Agung yang menjadi latar belakang dari pura ini. Gunung Agung merupakan salah satu gunung yang paling tinggi di Bali dan dipercaya sebagai pusat alam untuk para dewata, arwah, dan utusan dewata di wilayah Bali. Sehingga sangat tepat jika di bagian barat lereng gunung ini dibangun sebuah pura tempat suci untuk umat manusia bersembahyang.

Pura Besakih

Makna secara filosofis yang ada di dalam pura ini berkembang dan mengandung 7 unsur budaya yang penting di Bali yaitu pengetahuan, teknologi dan peralatan hidup, organisasi masyarakat, mata pencaharian, upacara dan religi, serta kesenian. Wujud dari ketujuh unsur ini dituangkan dalam bentuk ide, aktivitas dan material. Unsur-unsur ini sudah ada sejak zaman agama Hindu belum muncul atau pra Hindu dan terus berkembang sampai sekarang ini. Perkembangan ini tidak langsung instan melainkan melewati beberapa tahapan yaitu mitos, ontologi, dan fungsional. Keberadaan Pura Besakih ini merupakan tempat ibadah paling tinggi di Bali karena dekat dengan istana dewa yang paling tinggi yaitu gunung Agung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.