Wisata Pulau Wayag: “Perawan Pingitan” Papua Barat

0
47578
Pulau Wayag Raja Ampat

Pulau Wayag merupakan destinasi wisata yang menawarkan keindahan hamparan pulau dan keeksotisan pemandangan bawah laut. Sedemikian indahnya pesona alam yang ditawarkan, kamu tidak akan pernah menemukan brosur iklan Raja Ampat yang tidak memamerkan keindahan pulau karst ini. Ibarat seorang gadis, maka pulau ini adalah gadis tercantik yang dimiliki oleh Raja Ampat.

Pulau Wayag Raja Ampat

Membutuhkan waktu sekitar 4 jam menggunakan perahu untuk bisa sampai ke Pulau Wayag. Namun, waktu yang lama itu akan terasa singkat karena kamu akan dibawa melewati lautan jernih yang masih alami dengan gugusan pulau-pulau kecil membentang sepanjang perjalanan. Nah, jika kamu memperhatikan secara cermat, kamu akan melihat bahwasannya suku setempat memiliki adat yang hampir mirip dengan suku di Tana Toraja, Sulawesi Selatan atau desa Trunyan, Bali.

Jika di Tana Toraja masyarakatnya ‘mengubur’ jenazah di celah-celah tebing, maka di sini celah-celah karang digunakan sebagai tempat peristirahatan terakhir. Tak ketinggalan, makanan favorit si jenazah pun disediakan dalam piring dan wadah-wadah. Namun, kamu tak perlu merasa risih atau jijik saat melalui kawasan ini karena dipastikan tidak ada bau menyengat yang tercium.

raja ampat pulau wayag

Keindahan Pulau Wayag, Raja Ampat

snorkeling raja ampat

Untuk menjaga kelestarian lingkungan, masyarakat Pulau Wayag menerapkan sistem sasi di mana penduduk tidak boleh menangkap atau menjaring ikan di kawasan perairan Raja Ampat. Sistem pelestarian alam ini pun semakin dijunjung tinggi berkat adanya tempat-tempat ibadah setempat yang juga mengharuskan pemeluknya untuk mengikrarkan janji tersebut. Berkat adanya sumpah ini pula, hingga sekarang pantai, ikan, terumbu karang, dan laut pulau tersebut sangat terjaga keasriannya.

Hal tersebut akan sangat nampak begitu kamu sudah menjejakkan kaki di kantor CI (Conservation International). Pasirnya yang putih perawan, ikan-ikannya yang tampak asyik berenang tanpa khawatir tertangkap jala nelayan, terumbu karang bak diskotek bagi makhluk laut, semua pemandangan agung ini laksana firdaus kecil yang dipamerkan oleh Yang Esa kepada manusia. Bahkan, kamu pun bisa minta izin menginap di kantor CI.

Bagi kamu penggemar kuliner, tidak sah rasanya jika mampir ke pulau ini tanpa sekalipun mencicipi makanannya. Namun, karena lokasinya yang sangat terpencil, maka kamu mesti mampir ke resort yang terletak di Waisai, ibukota Raja Ampat. Begitu sampai di sana, pesan kepada pelayan bahwa kamu minta ikan bumbu kuning, cara masak khas daerah setempat yang memberikan sensasi rasa berbeda. Namun, lain lagi kalau kamu memang ingin memamerkan kepiawaian memasak ke teman-teman kamu, kamu bisa mengunjungi pasar Waisai dan membeli ikan serta bumbu rempah-rempah di sana.

Pulau Wayag di Raja Ampat Papua

Selain ikan bumbu kuning dan ikan bakar, makanan khas Papua lainnya ialah ulat sagu bakar. Dari namanya, kita sudah tahu bahwa hewan melata ini diambil dari pohon-pohon sagu yang tumbuh subur di tanah Papua. Tak hanya itu, kerang dan sup kepompong juga dapat kamu nikmati. Namun, khusus untuk kedua makanan ini, maka kamu mesti menunggu ketika ada kegiatan festival budaya di sana.

Pulau Wayag di Raja Ampat

Karena lokasinya yang berada di gugus depan batas negara, dana liburan yang mesti kamu persiapkan pun tidak sedikit. Mengutip dari salah satu laman web, biaya sekali jalan dari ibukota ke Pulau Wayag bisa mencapai Rp. 6.000.000,00 dalam sekali jalan saat musim liburan. Tapi, kalau kamu berangkat di hari biasa, maka tiket pesawat tersebut bisa terpotong hingga 50%.

Sesampainya di Bandara Eduard Sorong, kamu bisa menggunakan jasa angkot untuk mengantarkan kamu sampai ke pelabuhan. Nah, sampai di sini, kalau kamu ingin menekan biaya sewa kapal, maka sebaiknya berangkat berombongan. Singkat kata, biaya yang dibutuhkan untuk menikmati keindahan pulau gadis ini sekitar Rp. 12.000.000,-. Jumlah yang sepadan bukan dengan pengalaman yang ditawarkan? Yuuk, persiapkan liburan anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.